Mengenal Botulisme dan Cara Pengobatannya

 

Dilansir dari laman HaloSehat.com botulisme merupakan kondisi tubuh yang mengalami keracunan diakibatkan oleh sejenis bakteri bernama Clostridium botulinum yang menyerang saraf. Kondisi ini cukup jarang terjadi namun sangat berbahaya. Bakteri ini dapat ditemui di tanah dan air dan udara. Sebenarnya bakteri ini tidak berbahaya sebelum spora berkembang dan mengeluarkan toksin dan menyerap kedalam tubuh. Toksin yang dikeluarkan dapat menyebabkan kejang dan lumpuh otot atau disebut paralisis flaksid. Efek ini dapat terjadi kepada manusia dan hewan namun tidak bersifat menular.

Bakteri clostridium botulinum dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka, penyebaran melalui makanan yang tercemar, kulit yang terkena tanah berlumpur khususnya pada bayi, serta madu yang dimasukkan kedalam tubuh bayi yang berumur kurang dari satu tahun akan menyebabkan bakteri berkembang karena di dalam madu terdapat bakteri tersebut. selain itu kondisi yang dapat menyebabkan spora berkembang seperti lingkungan dengan minim oksigen, rendah gula, rendah asam, rendah garam,suhu tertentu dan air.

Efek lumpuh yang terjadi pada tubuh biasanya terjadi pada organ saraf otak, pernapasan, tulang belakang, dan lainnya. Zat beracun yang keluarkan bakteri penyebab botulisme terbagi dalam beberapa tipe yaitu tipe A,B,C,D,E,dan F. Tipe A, B, E, dan F  biasanya menginfeksi manusia dan tipe C dan D menginfeksi hewan. Selain itu sebenarnya ada ratusan bakteri clostridium botulinum yang tersebar namun hanya beberapa yang berbahaya, dan yang berbahaya itu jika berkembangnya spora yang diakibatkan oleh minimnya kadar oksigen di tempat bakteri berada. Bisa berada di kulit yang terluka, di dalam makanan kaleng tidak tertutup rapat atau di dalam makanan dengan bungkus yang tidak rapi atau tidak higienis produksinya, serta terdapat di makanan yang telah basi.

READ  Kenali Penyebab Botulisme

Botulisme menimbulkan gejala  yang berbeda tergantung jenis bakteri yang menginfeksi namun secara umu ada beberapa tanda yang dapat diamati seperti mulut kering, gangguan berbicara dan disfagia, kelopak mata terkulai, napas sesak, mual dan muntah, kram perut, sulit menelan, pandangan ganda, penglihatan terhadap objek mengganda dan yang paling fatal mengalami kelumpuhan.

Ada beberapa jenis botulisme menurut halodoc.com yaitu :

  1. Botulisme luka. Botulisme yang terjadi pada daerah luka dan terekspos lingkungan sekitar dan menyebabkan bakteri masuk dan berkembang biak menginfeksi tubuh.
  2. Botulisme keracunan makanan. Bakteri penyebab botulisme rentan terdapat dalam makanan kaleng yang rendah asam seperti jagung, buncis dan bit sehingga jika dikonsumsi akan menyebabkan kerusakan fungsi saraf hingga kelumpuhan.
  3. Botulisme pada bayi. Tubuh bayi sangat mudah terkontaminasi oleh kuman – kuman disekitarnya. Tubuh bayi bisa terinfeksi bakteri jika kulit terkena tanah atau diberi madu. Di dalam madu terdapat kandungan bakteri crostidium botulinum sehingga anak bayi di bawah umur satu tahun tidak disarankan diberi madu karena dalam tubuhnya bekum ada antibodi untuk melawan bakteri ini.
READ  Botak : Pengertian, Gejala, Penyebab

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk penyembuhan dari botulisme adalah pemberian antibiotik oleh dokter khusus untuk penderita botulisme luka, pemberian antibiotik berfungsi untuk mempercepat pelepasan racun. Pemberian antitoksin. Berfungsi untuk mengurangi resiko komplikasi pada penderita botulisme keracunan makanan. Sedangkan untuk bayi dibeikan antitoksin dengan kandungan imun globulin botulisme. Alat bantu pernapasan. Salah satu gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah sulit untuk bernapas sehingga dokter akan memberikan alat bantu prnapasan jika dibutuhkan. Tujuan akhir dari pengobatan ini untuk mencegah dan menyembuhkan kelumpuhan yang disebabkan bakteri secara bertahap.

 

 

Sumber : sehatq.com