Cara Pencegahan Botulisme

 

 

Menurut halodoc.com botulisme adalah sebuah keadaan tubuh mengalami keracunan yang disebabkan oleh spora bakteri clostridium botulinum yang menyebabkan kerusakan saraf dan kelumpuhan otot. Penyakit ini sangat jarang terjadi namun sangat fatal jika tidak segera ditangani untuk itu diperlukan cara pencegahan botulisme. Untuk mengetahui tubuh terinfeksi bakteri ini ada beberapa yang tergantung pada tipe bakteri apa yang menginfeksi namun secara umum dapat di klasifikasi menjadi tiga yaitu:

  1. Gejala karena makanan yang terkontaminasi

Penderita mendapatkan infeksi dari makanan kaleng yang telah terkontamiansi oleh bakteri penyebab botulisme. Gejala pertama yang muncul yaitu mual dan muntah, kerusakan saraf dan lumpuh. Gejala baru terlihat setelah 12-36 jam setelah bakteri masuk ke dalam tubuh.

  1. Gejala karena luka

Gejala biasanya baru muncul setelah 6-10 hari setelah terinfeksi bakteri. Gejala muncul lebih lambat karena dibutuhkan 12- 36 jam spora berkembang setelah masuk ke dalam tubuh. Untuk gejala awal yang muncul adalah gangguan pencernaan atau disebut dengan gastrointestinal seperti mual, muntah, dan keram perut. Gangguan neurologis atau sistem saraf yang tanda – tandanya seperti penglihatan ganda, penglihatan kabur, susah menelan, mulut berasa kering, kelopak mata sayu, sulit bernapas, suhu tubuh naik, wajah terlihat lemah dan kelumpuhan pada seluruh tubuh.

  1. Gejala botulisme pada bayi
READ  MERAWAT RAMBUT RONTOK DAN MERAWAT KESEHATANNYA DARI DALAM

Bayi bisa terinfeksi oleh bakteri ini melalui makanan yang mengandung spora bakteri seperti madu dan bayi yang terpapar tanah yang telah terkontainasi oleh bakteri tersebut. gejala yang ditumbulkan seperti rewel, mengiler, bayi tampak mengantuk, menolak diberi makan atau ASI, konstipasi, sulit mengontorl gerak kepala, suara tangisan melemah, lemas, dan lumpuh.

Setelah mengetahui gejala yang ditimbulkan oleh botulisme diperlukan diagnosa lebih lanjut oleh dokter untuk memastikan benar atau tidaknya tubuh terinfeksi oleh bakteri penyebab botulisme dengan melakukan beberapa tes menurut alodokter.com  yaitu pertama dengan pemeriksaaan cairan seberospinal (CFS test). Pemerikasaan ini membantu dokter untuk memastikan gejala disebabkan oleh bakteri atau akibat cidera pada otak dan tulang belakang sekaligus pemberian cairan ini berfungsi untuk melindungi dan mengantarkannutrsi ke otak dan tulang belakang dan membuang limbah sisa metabolisme. Kedua pemeriksaan elektrominografi (EMG). Pemeriksaan ini terbagi dalam dua tahap yaitu pertama menempelkan elektroda pada permukaan kulit untuk mengukur kemampuan neutron dalam mengirimkan sinyal listrik, kedua memasukkan jarum eletroda kedalam kulit yang digunakan untuk mengukur sinyal listrik yang dihasilakan. Pengukuran ini dilakukan untuk memeriksa aktivitas otot.

READ  Kenali Penyebab Botulisme

Sebelum gejala botulisme terjadi sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terinfeksinya dari penyakit botulisme dialnsir dari hellosehat.com yaitu :

  1. Memasak makanan kaleng dengan suhu 100oC dengan waktu 20-10 menit sebelum dikonsumsi. Tindakan ini akan menghilangkan bakteri yang telah masuk kedalam makanan dan mencegah bakteri masuk dan menginfeksi tubuh.
  2. Tidak memberikan madu kepada bayi yang berumur dibawah satu tahun, karena di dalam madu terdapat bakteri dan tidak dapat dilawan oleh tubuh bayi karena belum terbentuk sistem pertahanan tubuh.
  3. Apabila terjadi luka pada bagian tubuh segera diobati agar luka tidak terinfesi bakteri penyebab botulisme.
  4. Segera hubbungi dokter apabila terdapat tanda-tanda botulisme pada tubuh dan cari tahu segera cara pencegahan penyakit botulisme apabila kamu pernah terserang penyakit ini.
READ  Tips Cerdas Merawat Rambut yang Rusak agar Kembali Sehat

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk penyembuhan dari botulisme adalah pemberian antibiotik oleh dokter khusus untuk penderita botulisme luka, pemberian antibiotik berfungsi untuk mempercepat pelepasan racun. Pemberian antitoksin. Berfungsi untuk mengurangi resiko komplikasi pada penderita botulisme keracunan makanan. Sedangkan untuk bayi dibeikan antitoksin dengan kandungan imun globulin botulisme.

 

Sumber Klikdokter.com