Cara Mengobati Penyakit Botulisme

 

Ada berbagai jenis penyakit yang menyerang tubuh manusia salah satunya adalah botulisme. Penyakit ini terdengar tidak familiar oleh masyarakat awam salah satunya karena sangat jarang terjadi kasus manusia mengalami sakit ini. Namun tidak berarti penyakit ini disepelekan karena dampaknya bisa berkibatkan pada kelumpuhan otot- otot tubuh. Penyebab dari botulisme adalah spora yang dihasilkan dari bakteri clostridium botulinum diakibatkan dari kondisi bertahan hidup karena produksi oksigen yang menipis di sekitar lingkungan bakteri berada. Bakteri ini mudah dijumpai karena hidup di tanah, air dan udara. Sehingga kemungkinan terinfeksi bakter ini sangat besar. Dampak dari penyakit ini sangat berbahaya membutuhkan tindak lanjut medis sehingga diperlukan cara pengobatan botulisme sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sebelum itu istilah botulsime ini merujuk pada kondisi tubuh yang mengalami keracunan oleh cairan toksin pada spora bakteri clostridium botulinum yang bisa berakibat fatal pada tubuh yang terinfeksi. Tubuh bisa terinfeksi bakteri melalui makanan yang terkontaminasi bakteri, terutama terdapat pada makanan kaleng dan makanan yang kemasannya rusak, masuk melalui luka pada salah satu bagian tubuh. Pengunaan obat- obat terlarang jenis heroin yang mengandung bakteri clostridium botulinum. Infeksi tidak hanya menyerang tubuh orang dewasa namun juga pada bayi. Pemberian madu pada bayi usia dibawah satu tahun. Di dalam cairan madu terdapat bakteri penyebab botulinum dan kondisi tubuh bayi belum berkembang sepenuhnya terutama pada bagian imun tubuh sehingga memudahkan proses berkembangnya spora.

READ  MERAWAT RAMBUT RONTOK DAN MERAWAT KESEHATANNYA DARI DALAM

Tanda–tanda yang ditimbulkan dari infeksi bakteri ini berupa mulut kering, mual, muntah, gangguan penglihatan, lemas, telihat lelah, kelopak mata melemah, dan kelumpuhan. Pada bayi gejala yang bisa diperhatikan seperti ngiler, rewel, tidak mau makan, tidak dapat mengontrol gerak kepala, tampak mengantuk, dan gangguan pernapasan.

Gejala yang ditimbulkan oleh bakteri tersebut belum dapat dipastikan menjadi penyebabnya. Karena gejala tersebut juga umum terjadi pada penyakit-penyakit lainnya sehingga diperlukan pmeriksaa medis untuk mengetahui pasti penyebabnya sebelum mengetahui cara mengobati botulisme. Ada dua tahap pemeriksaan yang dilakukan yaitu pertama pemeriksaan  EMG (elektrominografi), bertujuan untuk mengukur kemmapuan neutron dalam mengrimkan sinyal listrik untuk memeriksa aktivitas otot. Pemeriksaan yang kedua adalah CFS test (cairan seberospinal) untuk memastian penyebab gejala bakteri atau kerusakan tulang belakang dan pemberian cairan berfungsi untuk mengantarkan dan melindungi nutrisi ke otak dan tulang belakang.

READ  Cara Pencegahan Botulisme

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terinfeksinya tubuh dari penyakit botulisme yaitu :

  1. Memasak makanan kaleng dengan suhu 100oC dengan waktu 20-10 menit sebelum dikonsumsi. Tindakan ini akan menghilangkan bakteri yang telah masuk kedalam makanan dan mencegah bakteri masuk dan menginfeksi tubuh.
  2. Tidak memberikan madu kepada bayi yang berumur dibawah satu tahun, karena di dalam madu terdapat bakteri dan tidak dapat dilawan oleh tubuh bayi karena belum terbentuk sistem prtahanan tubuh.

 

Untuk cara mengobati botulisme dan penyembuhan dilakukan oleh pihak medis dengan beberapa cara seperti pemberian antibiotik untuk mencegah resiko komplikasi, pemberian antitoksin yang mengandung imun globulin boulisme pada bayi dan antitoksin biasa pada orang dewasa untuk mempercepat proses pelepasan racun.

READ  Botak : Pengertian, Gejala, Penyebab

Selain itu cara lain mengobati botulisme adalah dengan pemberian antibiotik oleh dokter khusus untuk penderita botulisme luka, pemberian antibiotik berfungsi untuk mempercepat pelepasan racun. Pemberian antitoksin. Berfungsi untuk mengurangi resiko komplikasi pada penderita botulisme keracunan makanan. Sedangkan untuk bayi dibeikan antitoksin dengan kandungan imun globulin botulisme. Alat bantu pernapasan. Salah satu gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah sulit untuk bernapas sehingga dokter akan memberikan alat bantu prnapasan jika dibutuhkan. Tujuan akhir dari pengobatan ini untuk mencegah dan menyembuhkan kelumpuhan yang disebabkan bakteri secara bertahap.

 

 

 

Sumber : doktersehat.com